X

Belajar ++

Apa yang paling menyenangkan bagi seorang guru yang siap masuk ke dalam kelas dengan bekal persiapan yang benar?

Salah satunya adalah, siswa yang siap menantikan pelajaran yang akan mereka terima. Siap tentu saja bukan siap duduk yang manis (seperti jaman TK “tangan ke atas, tangan ke samping, tangan ke depan dilipat yang maniz” 🙂 karena mereka sudah anak-anak kelas 9). Tapi sesuai dengan plan dan topik yang akan disajikan, mereka membawa peralatan menggambar yang dibutuhkan.

Terlepas dari hal tersebut merupakan kewajiban dari siswa yang ditugaskan gurunya, ada hal menarik yang terjadi beberapa hari lalu dalam pengamatan saya. Siswa-siswa rupanya memiliki kesepakatan mereka sendiri dan terciptalah model pembelajaran kehidupan untuk bekal mereka di masa depan.
Ada permintaan dan penawaran, dan terjadilah “transaksi jual beli” untuk melengkapi kebutuhan siswa yang belum memiliki peralatan.  Satu siswa muncul  di sisi penawaran dan menjadi pedagang, menunjukkan ada “kelebihan / ketrampilan / bakat / kejelian melihat peluang” untuk membantu teman-temannya dalam hal menyediakan waktu dan usaha menyuplai barang. Siswa yang bertindak sebagai konsumen juga sedang dalam belajar bahwa untuk memenuhi kebutuhannya, dia akan bergantung dengan orang lain yang dapat membantunya.

Bahkan, kalau boleh lebih jauh lagi saya bisa melihat bahwa siswa yang sedang menjadi pedagang, sadar bahwa dengan sejumlah usaha tertentu, ia bisa mendapatkan sesuatu sebagai imbalan. Sementara siswa yang di sisi permintaan, sadar bahwa ia lebih baik menggunakan waktunya untuk mengerjakan proyek atau pe er daripada keluar dan mencari peralatan, dan waktu orang lain bisa dihargai salah satunya dengan uang.

Pelajaran matematika pun berlangsung lancar dan seluruh siswa terlibat aktif menggambar menggunakan semua peralatan yang dibutuhkan. Pelajaran ekonomi jual beli pun sudah secara tidak sengaja terjadi dalam kehidupan mereka sebagai remaja.

Kejadian di atas menguatkan argumen bahwa pelajaran bisa datang sewaktu – waktu tanpa direncanakan dan tanpa perencanaan, dengan atau tanpa gurunya 🙂

Education is not preparation for life, education is life itself ~ John Dewey

hedy:
Related Post