Among Friends and Besties

Thursday, 10 January 2013 was a big day for students because they had “class party” with their firends and besties and also celebrating Christmas after two weeks semester one break.

In the morning, we had mass. After that, students (led by OSIS)  performanced in Gym, and then lunch in their own classroom. Students prepared everything by themselves. Teachers are invited to their classroom and I got invitation from class 9A…. yeayyy….

Anggia led us in prayer, Pak Dharma as their homeroom teacher gave simple speech about the meaning of togetherness and continued by having lunch together…..”Nasi tumpeng”, Indomie goreng (Indonesian simplest favourite food, I guess ;)), fruit punch, magnummmmm, snack, cookies, pudding, and many more 😀

All students had fun and finish their time with free time, chit chat and dance 🙂 shuffling and gangnam style 🙂

Two simple videos below are taken from their free time after having lunch.

Enjoy !!! <3

 

 

 

Di yang Pertama dari Tiga Ratus Enam Puluh Lima

#1 dari #365

Mulailah dengan sebuah resolusi, wujudkan nanti dengan sebuah kenyataan…….

Semua orang rasanya memiliki resolusi, diungkapkan dalam sebuah “wish” atau hanya dipendam dalam hati, itu adalah hak asasi setiap individunya.

Menyaksikan ramai sekali anak muda beresolusi di akhir 2012 kemarin via social media, luar biasa!!! Mimpi, angan-angan, cita-cita dan harapan mereka sungguh tidak ada yang mampu membendungnya. Semangat jiwa mereka terwakili melalui layar kecil 140 karakter dan berbagai social media lain.

Sebagai orang tua (“parents”), mengenal (bahkan kadang mungkin sampai level menguasai) apa yang menjadi “trend” anak-anak ‘sekarang’ kadang sangat diperlukan. Orang tua sudah tidak boleh lagi menjadi orang yang mematok dirinya “bukan dari jaman modern ini”, “buat apalah belajar gituan, otak saya sudah bebal (bebal betulan baru rasa lho :D)”.

Tapi orang tua yang bijak adalah orang tua yang mau memahami pola pikir anak yang mau tidak mau dibawa oleh eranya. Bukan cuman meyakini bahwa anak tidak boleh dikuasai oleh teknologi, tetapi bagaimana membuat anak berteman dengan teknologi. Bukan menganggap teknologi melulu membuat anak menjadi bodoh dan malas, tetapi bagaimana membimbing anak untuk membaca, mengambil intisari dan menganalisa berbagai pengetahuan yang dengan mudah dapat diambil melalui media internet.

Refleksi bagi kita sebagai guru di mana yang menjadi orang tua atau orang yang lebih tua dari anak-anak didik kita, jangan terjebak dengan beberapa hal kecil yang disebut di atas, tetapi belajar mencoba yang baru, belajar bersama mereka, belajar mengenal dunia mereka, dan yang terpenting belajar bersyukur telah diberi kehidupan sampai hari ini, hari yang merupakan bagian dari era abad 21. Berubahlah!!!

~ Sometimes, change isn’t just good. It’s necessary ~
Tina Brown (editor in chief #LastPrintIssue Newsweek, 2012)

snowflake snowflake snowflake snowflake snowflake snowflake snowflake snowflake