Catatan Harian UN (Hari ke-4)

IPA

Akhirnya tibalah di hari terakhir. IPA, dengan pemusatan pada Fisika dan Biologi. Lumayan banyak materinya. Ada sering disebut belajar kimia, seperti pernah saya menuangkan dalam artikel di sini. Namun, pada saat pemusatan konsentrasi belajar untuk UN, tidak ada lagi materi yang pernah dipelajari tersebut. Dan saya yakin, anak ini pasti akan lupa pada saatnya belajar kimia dasar nanti di SMA πŸ™ *hiks*

Tidak banyak cerita yang dibawa dari sekolah, selain “Fisika lebih lancar ma kerjainnya, Biologi yaaa begitulah…”. “Begitulah” itulah yang kadang bikin “seru” πŸ˜‰ .

So, tiga tahun telah berlalu dari cerita UN SD, tahu-tahu pun sekarang sudah selesai UN SMP. Akankah tiga tahun dari sekarang, UN masih ada dan memiliki aturan baru (lagi) ? Kita lihat saja nanti.

————-

Jakarta, 12 Mei 2016

<3

mama

Catatan Harian UN (hari ke-3)

Bahasa Inggris

Agak telat nih menuliskan catatan hari ini, karena……mamanya marah, si Matthew pulang sekolah terlambat, gara-gara sehabis ujian, berlanjut dengan main basket di lapangan sampai lebih dari dua jam.

Ya ya ya, mensana incorpore sano, dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang sehat, maka jika sehat semua, belajarpun menjadi lebih ringan dan lancar.

Namun, mamanya tetap marah, karena selain sehat ada hal lain yang harus dipelajari yaitu belajar menahan diri, mengatur waktu dan yang terpenting belajar menghargai sebuah proses. Saat ini sedang proses 4 hari ujian, hanya 4 hari, lalu berpanas-panas olah raga tanpa kaos olah raga, bagaimana jika sakit, atau lemas. Badan malah jadi drop, tidak mampu performa dengan baik, yang rugi siapa?

Begitu deh kira-kira, omelan sore ini.

Konon dari 3 hari UN ini, mengerjakan soal bahasa Inggris adalah yang paling lumayan (demikian Matthew bercerita), walau selama ujicoba, bahasa Indonesia selalu lebih tinggi dari bahasa Inggris.

Ok lah jika merasa lebih lancar mengerjakan soal-soal, karena memang itulah yang diharapkan kamu dan mama, bukan? Mama masih menantang kamu untuk lebih “berani” bercakap dalam bahasa Inggris, bukan hanya secara uji tertulis. Gimana? πŸ˜‰

Yaaahh, tinggal sehari lagi, malam ini akan berlanjut dengan belajar IPA (fisika dan biologi). Semoga sehat selalu dan tidak “kecapekan” gara-gara berterik ria di panas matahari demi basket, dan besok bisa lancar juga menjawab soalnya πŸ™‚

Catatan Harian UN (hari ke-2)

Matematika

Semalam, pas sedang belajar, Matthew berceloteh “nah, ini baru seru, pelajaran yang Matthew suka” #pembuathatimamasenang. Paling bisaaa deh kamu.

Anyway, setelah menghabiskan dua sampai tiga puluhan lembar paket matematika sejak 5 Oktober lalu, semalam, anak ini lumayan lancar lah latihan soal terakhirnya.

Astagahhh!!! puluhan lembar??? haha kesannya belajar gila-gilaan amat ya, padahal tentulah setelah lewat beberapa bulan, terlihat wah banyak sekali, termasuk di dalamnya TO saja 8 kali toh πŸ˜‰ . Dan pengarsipan selama belasan tahun mengajar, habis dalam sekejap #lebay (mamanya kan suka kumpulin soal UN tapi hanya sampai 2012 lalu haha, habis itu ya malas, tinggal googling langsung ketemu semua).

Anakku ini lumayan rajin kok. Salah satu buku belajarnya seperti gambar berikut, rapiiii kan untuk ukuran anak laki-laki??? *mama minta pengakuan*. Iya salah satu buku belajar dari salah lima kaliiii πŸ™‚ . Tidak apa-apa kok, yang penting berniat belajar dan ingin bisa bukan menghapal jawaban.

IMG_4264

Jadi, jika memang punya niatan untuk mencoba jurusan bidang study IPA di SMA nanti, ya harus memulai dengan menyukai belajar yang lebih rapi di bidang Matematika dan IPA (Fisika maupun Biology) di SMP ini. Supaya, dengan materi yang semakin banyak nantinya, tidak akan keteteran lagi. Semoga ya Matt πŸ™‚

Hari kedua telah usai *tarik napas panjang*. Ok, kita lanjut dengan persiapan hari ketiga ya, bahasa Inggris.

___________________________________________________________________________

Setelah dua jam kemudian…….

Baru mendapat kabar kalau UN Matematika susaaahhhh πŸ˜‰ *dari anakku* Nah lhooo

Kalau mudah, ya ketebak semua dong, tidak ada lagi logika berpikir lagi dalam menjawab soal. Bisa karena biasa, ya bagus kok, artinya konsisten belajarnya, namun bisa karena ada masalah baru, itu yang harusnya kita biasakan kan?

“Aku protes ma sama gurunya, kok soalnya susah??? Lalu kata gurunya sebab UN nya berdasarkan kurikulum 2013. Pantesan maaaa”. Ngomel si Matthew.

Langsunglah saya browsing ke http://un.kemdikbud.go.id. Jelas tertulis kalau UN 2016 menggunakan kisi-kisi soal yang merupakan irisan kurikulum 2006 dan 2013. Yang di luar irisan, tidak dimasukkan.

Jadi, nak, sorry, mama tidak bisa menyetujui kalau alasannya adalah “korban bukan kurikulum 2013” πŸ™‚

Susah atau mudah, memang terkadang tipis perbedaannya. Susah yang digambarkan oleh Matthew, lebih kepada logika berpikir yang lebih panjang, dan dia “stuck” tidak mampu mengembangkan tipe soal perbandingan yang biasanya hanya satu variabel, hari ini mendadak menemukan dua. Belum lagi soal mencari Toko mana dari tiga toko yang memberikan diskon termurah (biasanya hanya satu toko dan langsung ditanya diskonnya saja).

Dalam waktu 2 jam, dia keteter beberapa soal, dan panik memberikan laporan kepada saya. Lalu, apa reaksi saya??? *hmm apa ya* “apaaa nak? kamu tidak bisa semuanya? jadi kemana saja kamau selama ini kurang sih belajarnya……” Hehe… Ada sih di kepala itu, tapi setelah tarik napas, ya sudah berubah menjadi “ok lah, itu artinya pemerintah makin mencari perimbangan membuat soal yang lebih berbobot Matt, cara belajar kita (kalian) saja yang selama ini seperti membiasakan diri (saja) untuk menyambut soal ujian tertentu.

“Tapiii maaa curang, mama liat sendiri kan kemaren dan beberapa hari terakhir, Matt gak pernah nanya mama lagi, Matt sudah bisa…” *jitak-jitak* “Iya sayang……”

snowflake snowflake snowflake snowflake snowflake snowflake snowflake snowflake