Maths Project Presentation

This is one of the examples from Matthew’s class projects. His Math Teacher required him to present this topic. Same thing with his friends with different topics. They did peer teaching in class. Good idea! (as long as the teacher still gives summary and correction after that).

After learning “factorisation” by himself (which was very hard for him in the beginning), he came up with the idea to use Power Point Presentation as his media when explaining in front of class.

With given help in video, his presentation looks like “a real video” 🙂 but unfortunately, he didn’t want to use his own voice 🙂 it’s okay 🙂

Hopefully, this video can help other students who need it.

Got Talent

Got Talent is a talent show television format conceived and owned by Simon Cowell‘s SYCOtv company. A pilot was made in Britain, hosted by Paul O’Grady, but after O’Grady’s split with ITV, the series was postponed, resulting in America’s Got Talent – the first full series of the format. It has spawned spin-offs in over 50 countries, in what is now referred to as the Got Talent format, similar to that described by FremantleMedia of the Idol format. ~ Wikipedia

Full stop 🙂 I won’t talk about the original Got Talent TV show. That belong to them, TV owner, TV creator and of course Simon himself 😀

Last Friday, my students, got divided into 12 groups (solo, duo , trio and group),  performed and entertained us all (students and teachers) in our version of KGS Got Talent.

Most of them expressed their talent through singing, 2 groups through dancing, 1 student played drum and 1 group in photography.

Few days before the event, I was flattered when Audrey and Giovanny showed me what they’ve prepared. They told me their theme and the process of the photo and I couldn’t even guess who were their model. For me, that described how good their photography technique and of course, how use the theme and touch up their work in Photoshop (or maybe another photography editing software).

They are not alone. Terry, “the drummer”, also told me how he had practiced playing drum, hurt his fingers but he enjoyed it so much.

And Sonia, Christine, Arianne, Mikky and Didian, who told me that they created modern dance. Dance for Christine, Sonia and Arianne? hmmm no wonder. But for Mikky and Didian? It surprised me at the first….. Mikky always looks calm and quiet, Didian looks so “mathematics” ( in a good way of course 😉 )… but then those image, disappear instantly  when I saw them on the stage.

After the first time I watched Christine and Sonia sang and dance to the tune of Ya Iya Iya Lah (yes, the one from that Japanese Duo), i thought how strange and odd is the dance and the lyric.
“kaki kanan ke depan, kaki kiri ke depan, bisa jalan…..senam yang iya iyalah..” 😀
But the real surprise came from my son, when I recall the song with my son, and he ended up saying that mommy is not outdated 😀

I really enjoyed the show. Really appreciate to Delvino who had the courage  to be a soloist. Great job Delvino, improve your skill and keep on trying.

A gorgeous Cella. If I can say, she is the best student singer I’ve ever heard and met. She own Christina Aguilera’s song as if it’s hers and sang it from her heart. Some day, you will be on the real stage of Indonesia’s Got Talent.

The one and only Bruno Mars (ehhh Alvin) hypnotized  the audience and made them sing along “Count on Me” together with him. Alvin had became a true winner because  he can do multiple things: he sang and entertained us 🙂 Good job Alvin, and don’t forgot what Ms Angie said “we wish you have the same energy in class”.

Gevin…… woww. I admire your voice. Also Elbert, Cynthia, Jasmine and Calvin. All of you really have a beautiful voice.

In generally, one word to express my feeling about you guys….. “Marvelous”.

In the link below, the story from life tweet and video in the event can be viewed now. Thank you for all participant and voters. I admire on how prompt you guys tweeted to vote your favorite 🙂

http://storify.com/juniormatthew/kgs-got-talent

 

 

Happy Birthday my dearest – Matthew

We have cherished all the priceless moments watching you grow up and we will always remember these tender memories for the rest of our lives.

Every single day since you were born, you’ve added something so amazing to my world that I can’t even imagine my life without you in it. Birthday wishes and blessings are coming your way. Happy Birthday my beloved son!

Student Fair – Santa Laurensia Junior High School 2013

Yang Muda Yang Ber-budaya

Saat fenomena Gangnam Style hampir setahun lalu mendunia sampai ke seluruh pelosok bumi (semoga tidak terlalu lebay sih 🙂 tapi rasanya memang tidak), tanyakan pada semua anak-anak muda dari usia SD sampai SMA siapa yang tidak bisa mengikuti gerakan Psy di video klipnya… cepat sekali di lingkungan siswa SD tempat anak saya sekolah contohnya, hampir  setiap hari di jam istirahat menggelar acara ala “flash mob” Gangnam Style tersebut. Bagaimana dengan anak muda dari sekolah lain? Mungkin miripkah? One Direction dengan “what makes you beautiful”, “one thing”, “live while we’re young” kurang lebih memiliki fenomena yang mirip dengan tari gangnam, “popular to the max” meminjam istilah anak muda sekarang.

Hal ini menunjukkan mudah sekali anak muda kita beradaptasi, mempelajari dan meniru sesuatu yang tengah popular tadi. Suatu kebanggaan dan kerinduan kita sebagai orang tua jika anak-anak muda tersebut dapat mengenal budaya tanah airnya, mempelajarinya dan bahkan dengan bangga menampilkannya dalam bentuk yang beragam.

Walaupun mungkin saja kita pernah mendengar pendapat orang yang mengatakan “Anak Muda jaman sekarang tidak mengenal kebudayaannya”.  Tetapi pendapat tinggallah pendapat, saya baru saja menyaksikan anak-anak muda super kreatif yang menggali pengetahuan akan budaya tanah airnya.

Sabtu, 16 Februari 2013 lalu, SMP Santa Laurensia mengadakan acara gelar budaya Indonesia  (dikemas dalam sebutan “Student Fair”) dari jam 7.30 – 12.30. Seluruh guru SMP dilibatkan menjadi panitia yang di nahkodai pak Nico,  tetapi yang paling membuat sukses acara ini adalah siswa-siswi yang terlibat secara antusias.
Persiapan dilakukan sejak hampir dua bulan lalu, dan diawali dengan penentuan proporsi isi dan bentuk acara apa yang ingin ditampilkan. Akhirnya diputuskan bahwa acara ini akan mengajak siswa-siswi untuk menampilkan budaya dari propinsi tertentu bagi tiap-tiap kelasnya dan total  ada 18 propinsi yang diwakilkan (sesuai dengan jumlah 18 kelas di level SMP).

Setiap perwakilan propinsi harus mempersiapkan ‘gubernur’, ‘wakil gubernur’, petugas tata kota, petugas seni budaya, petugas pariwisata dan petugas pameran kuliner. Suasana kelaspun disulap dan didekor sesuai ciri daerah propinsi kecil bak layaknya kita memasuki anjungan di TMII. Menjelang seminggu sebelum hari H, persiapan tadi diwujudkan dalam bentuk fisik. Dua jam pelajaran terakhir selama seminggu dipakai untuk mendekor, menghias kelas, berlatih dan pada hari terakhir persiapan, semua siswa bersiap sepanjang hari.

Tibalah hari yang ditunggu. Siswa, orang tua, pengunjung lain hadir memenuhi lorong-lorong sekolah dan kelas-kelas siswa yang penuh dengan semarak tanah air Indonesia. Air terjun Bidadari, Danau Toba, semarak Kep Riau, Jam Gadang, Pantai Natsepa, Ondel-ondel Betawi dan banyak lagi lainnya.

Setelah upacara pembukaan, acara dilanjutkan dengan presentasi budaya ke-18 propinsi di masing-masing kelas. ’Gubernur Propinsi’ dan seluruh stafnya sigap menjelaskan segala ragam budaya, kesenian, penduduk, mata pencaharian, sosial ekonomi termasuk tentunya ragam kuliner yang dipamerkan dan dijelaskan dengan mantap dan bersemangat.

Maka “Tigerz Airways” pun memulai perjalanan keliling Indonesia……… 🙂

Gregory Jany dan Shania kalian cocok sekali jadi MC, pernah jadi MC di mana ya? Tasha dan Michelle, sebagai gadis Bali, mantap sekali, belum lagi nuansa kain poleng  yang dipadu dengan tulisan “eat, pray and love” saya pikir akan berjumpa dengan Julia Robert 🙂

“Gubernur” Maluku, Goldan, sudah cocok sekali memerankan pesona “Nyong Ambon”, lagu “Ayo mama jangan mama marah beta” jadi terkenang waktu dimarahi oleh mama 🙂

Goldian, Patricia, Samuel, William dan teman-teman di Jawa Barat sudah lancar ya berbahasa Sunda nya….meni hebring atuh :)…. Jason, Andrew, Karensa dan Matthew pakai pakaian Papuanya mantap lho…. Rachel dan Liovicine cocok sekali kalian di gerbang Serambi Mekah nan megah.

Eh, ada rumah Bang Doel? Iyaaa benar rumah Si Doel di jalan lorong “colombus” no. 9A 😉 lengkap dengan sepeda babeh dan ondel-ondelnya, yang membuat tangan Axel sedikit tergores kena rangka bambu…. (tapi tidak ada artinya ya Xel, dibanding keceriaan pada hari itu)…

Danau Tobaaaaa……ow nooo, luar biasa Pattie, Clara, Mario dan kawan-kawan, horas 🙂 . Aldi dan Isabel, kayaknya kalian nyaman tampil di atas “ketwok”……. “kewl” abis 😉 Yang satu dari “Kepulauan Riau”, yang satu dari “Nusa Tenggara Timur”…

Saya terkesima dan baru tahu dengan air terjun Bidadari di Sumatera Selatan….wowww 9E kalian membuat miniaturnya dengan sangat indah, salut 🙂 .

Kadang saya suka bingung akhir-akhir ini, mengapa udara panassss sekali, tapi akhirnya ketemu juga jawabannya, bahwa ternyata salah satu lorong sekolah kita dilalui oleh garis khatulistiwa 😉 Abraham, proficiat untukmu dan rekan-rekan  yang menghadirkan simbol Pontianak dengan menarik.

Aduuuuhhh memang tidak cukup rasanya sekelumit cerita di atas….. Inginnya menyebut semuanya…. Tapi, lebih mudah lihat foto dan nonton video kali ya…

 

 

 

Untuk menambah semangat siswa, penjurianpun dilakukan saat mereka mempresentasikan hal tersebut. Bagi saya, semua adalah pemenang, tapi guru-guru sepakat akan dipilih yang terbaik diantara yang baik :)Selamat kepada 7C, 8F dan 9A, dewi fortuna sedang berpihak kepada kalian 🙂

Puncak acara hari itu adalah peragaan busana daerah yang diwakili oleh sepasang muda mudi berpakaian daerah yang diwakilinya. Sambil melenggang di atas “ketwok” 😉 mereka terlihat bangga dalam balutan busananya, maju melangkah ke hadapan ratusan teman-teman dan para pengunjung lain untuk menyampaikan beberapa kata sambutan yang mewakili daerahnya.

Saya tersenyum, bangga dan terharu menyaksikan kegembiraan dan antusiasme mereka semua. Anak-anak yang menggunakan “multiple intelligence” mereka untuk tampil secara maksimal pada hari itu. Sekolah tidak terjebak hanya mengandalkan prestasi akademis semata, tetapi menghargai siswa sebagai anak muda, anak manusia, yang memiliki segala potensi dan kemampuannya yang harus dilihat dan dibantu kembangkan agar dapat mengeluarkan potensi mereka. Kembangkan terus teman-teman mudaku, tetap berlatih, dan terus belajar karena salah satu bagian dari hidupmu adalah melewati dan menikmati tahapan sebagai seorang siswa.

Bravo anak-anakku!

Bravo SMP Santa Laurensia…. Maju membaharui dunia!