Hapus Bahasa Inggris di SD, setujukah?

Pelajaran bahasa Inggris dihapus di SD? Ya kalau belajarnya langsung hafal tenses dan segala tata bahasa, mungkin itu yang dimaksud. Dan rasanya kok saya juga sepakat, menghapus model pembelajaran yang seperti itu.

Pelajaran bahasa Inggris dihapus di SD? Mungkin banyak yang mulai kuatir, sehingga merasa bahasa Inggris dipakai untuk menggantikan bahasa Indonesia saja, menganggap komunikasi dalam pendidikan (di sekolah tertentu khususnya) menjadi harus berbahasa Inggris. Kuatir dengan pemakaian yang seperti itu, maka kurang pahamnya siswa berbahasa Indonesia dianggap menjadi penyebab kurang mengenal akan budaya dan sejarah bangsa sendiri.

Andai, bahasa Inggrisnya dirangkul dan disampaikan dengan baik kepada anak-anak, bukan dijejali “ilmu”nya saja, juga bukan dipaksakan hanya boleh bicara dengan itu saja, mengapa harus dihapus? Di abad ini, era globalisasi, menutup diri dari mengenal salah satu bahasa dunia? Agak gimana gitu, pemikiran yang terlalu sempit.

Sejalan dengan pertanyaan yang saya taruh sebagai judul di atas, pertanyaan serupa kembali dapat dipertanyakan untuk “Hapus TIK di SMP, setujukah?” atau untuk “Hapus UN di Indonesia, setujukah?” hmm akan jadi banyak daftar pertanyaan deh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *